Sabtu, 17 Desember 2011

PENGUKURAN KINERJA OPERATOR

PENGUKURAN KINERJA OPERATOR
2.1 Pengukuran Kinerja Operator
Pengukuran waktu (time study) adalah suatu usaha untuk menentukkan lama
kerja yang dibutuhkan seorang operator (terlatih dan qualified) dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik pada tingkat kecepatan kerja normal
dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu. Pada pengukuran waktu kerja
terbagi dua jenis pengukuran, yaitu (ainul.staff.gunadarma.ac.id):
1. Pengukuran secara langsung :
a. Pengukuran Jam henti (Stopwatch Time Study).
b. Work Sampling.
2. Pengukuran secara tidak langsung :
a. Data Waktu Baku (standar data).
b. Data Waktu Gerakan.
Waktu Normal

Waktu normal adalah waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan oleh
pekerja dalam kondsi wajar dan kemampuan rata-rata. Rumus yang digunakan
adalah :
Wn Ws  p
Keterangan,
p = faktor penyesuaian
Adapun pembagian faktor penyesuaian, yaitu :
p = 1 / p = 100% berarti bekerja normal
p > 1 / p > 100% berarti bekerja cepat
p < 1 / p < 100% berarti bekerja lambat
3. Waktu baku (Wb)
Waktu baku adalah waktu penyelesaian yang dibutuhkan secara wajar oleh
pekerja normal untuk menyelesaikan pekerjaannya yang dikerjakan dalam sistem
kerja terbaik pada saat itu. Rumus yang digunakan adalah :
WbWn(1l)
Keterangan,
l = kelonggaran atau allowance yang diberikan kepada pekerja untuk
menyelesaikan pekerjaannya disamping waktu normal.
2.6 Penyesuaian
Penyesuaian adalah kegiatan evaluasi kecepatan dan performance kerja
operator pada saat pengukuran kerja berlangsung merupakan bagian yang paling
suliat dan penting dalam pengukuran kerja. Cara-cara menentukan faktor
penyesuaian sebagai berikut(ainul.staff.gunadarma.ac.id):
1. Cara Persentase
Cara ini besar faktor penyesuaian sepenuhnya ditentukan oleh pengukur
melalui pengamatannya selama melakukan pengukuran. Jadi sesuai dengan
pengukurannya pengamat menentukan harga p yang menurut pendapatnya
menghasilkan waktu normal bila harga ini dikalikan dengan waktu siklus.

Kelonggaran dibagi menjadi 4
bagian yaitu :
1. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi
2. Kelonggaran untuk menghilangkan fatique
3. Kelonggaran untuk hambatan-hambatan tak terhindarkan
2.8 Data Waktu Baku
Prinsipnya data waktu baku berisi dari waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan yang telah diteliti (diukur) pada waktu yang lalu.