BAB I
TINJAUAN IBD
Mata kuliah IBD, adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan mengenai :
1. Nilai-nilai kehidupan / norma-norma
2. Kebudayaan
3. Berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa diharapkan dapat memperlihatkan :
- Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di lingkungannya.
- Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana
hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
- Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai
yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri
membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
- Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang
dirasakan sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan
sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya dan masyarakat :
- Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan
segala keanekaragaman dan tidak bisa lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan dan kedaerahan.
- Proses pembangunan menimbulkan perubahan dan pergeseran sistem
nilai budaya sehingga mental manusiapun terkena pengaruhnya.
- Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia.
Diberikan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar diharapkan mahasiswa mampu:
- Berjiwa Pancasila pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki
integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan
nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
- Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mengamalkan ajaran agamanya, dan tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
- Berwawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam
menyikapi permasalahan kehidupan sosial, ekonomi, politik
kebudayaan maupun pertahanan keamanan.
- Berwawasan budaya yang luas tentang kehidupan masyarakat dan
secara bersama–sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya,
maupun lingkungan alamiah dan secara bersama–sama berperan serta di
dalam pelestariannya.
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Menurut
Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukan bahwa Ilmu Pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar :
1. Ilmu–ilmu Alamiah
(Natural Science): mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat di alam semesta.Contoh: Astronomi,
Fisika, Kimia, Biologi, Kedokteran dan Mekanika.
2.
Ilmu-ilmu Sosial
(Social Science): mengkaji
keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Contoh: Ilmu
Ekonomi, Sosiologi, Politik, Demografi, Psikologi, Antropolgi Sosial,
Sosiologi Hukum, dan sebagainya.
3. Pengetahuan Budaya
(The Humanities): memamhami dan mencari arti kenyataan yang bersifat manusiawi.
Tujuan IBD
- Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya,
sehingga mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
- Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis.
- Mengusahakan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara
ahli dalam bidang masing–masing, memiliki rasa nasionalisme yang
tinggi.
- Menguasai wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
- Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya.
- Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan :
- Manusia dan Cinta Kasih; Manusia dan Keindahan
- Manusia dan Penderitaan; Manusia dan Keadilan
- Manusia dan Pandangan Hidup; Manusia dan Tanggungjawab
- Manusia dan Kegelisahan; Manusia dan Harapan.
BAB II
MANUSIA & KEBUDAYAAN
Unsur manusia :
ü Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya,
ü Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
ü Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran
ü Nafs : kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur
- ID, merupakan kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak,.
- EGO, berperanan dalam menghubungkan energi ID dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain.
- SUPER EGO, terbentuk dari lingkungan eksternal, merupakan kesatuan standar moral.
Hakekat Manusia
- Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan utuh
- Makhluk ciptaan Tuhan yan sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya,
- Perasaan Intelektual 4. Perasaan Diri
- Perasaan Estetis 5. Perasaan Sosial
- Perasaan Etis 6. Perasaan religius
- Makhluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi.
- Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi),
mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Pengertian Kebudayaan
- Menurut
E.B. Taylor (1871), Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat,
- Menurut
Selo Sumarjan dan
Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat
- Menurut
Sutan Takdir Alisyahbana, Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
- Menurut
Koentjaraningrat, Kebudayaan adalah
keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan
belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya,
- Menurut
A.L. Krober dan
C. Kluckhon, bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas- luasnya.
- Menurut
C.A. Van Peursen mengatakan bahwa kebudayaan
sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap
kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak
hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam
-
Krober dan
Kluckhon,kebudayaan terdiri atas
berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang
diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun
pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk
di dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan
terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan
terhadap nilai-nilai.
Unsur- Unsur Kebudayaan
- Menurut
Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya
tentang unsur kebudayaan adalah terdiri dari 4 unsur yaitu : alat
teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik
- Menurut
Bronislaw Malinowski unsur kebudayaan terdiri
dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun
petugas pendidikan dan organisasi kekuatan
- Menurut
C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan universal
yaitu :Sistem religi, Sistem organisasi kemasyarakatan, Sistem
pengetahuan,Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi, Sistem
teknologi dan peralatan, Bahasa, Kesenian.
Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai, menurut
C. Kluckhon dalam karyanya
variations in value orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara
universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
- Hakekat hidup manusia: hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda
secara ekstern. Ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula
dengan pola-pola kelakuan tertentu.
- Hakekat karya manusia: setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda,
untuk hidup, kedudukan/kehormatan, gerak hidup untuk menambah karya.
- Hakekat waktu manusia: hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, orientasi masa lampau atau untuk masa kini.
- Hakekat alam manusia: ada kebudayaan yang menganggap manusia harus
mengeksploitasi alam, ada juga yang harus harmonis dengan alam atau
manusia menyerah kepada alam.
- Hakekat hubungan manusia: mementingkan hubungan antar manusia baik
vertikal maupun horizontal (orientasi pada tokoh-tokoh). Ada pula
berpandangan individualistis
Perubahan Kebudayaan
Terjadinya gerak perubahan kebudayaan ini disebabkan oleh :
- Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya: perubahan jumlah dan komposisi penduduk
- Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup
Faktor Yang Mempengaruhi Diterima Atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru, Diantaranya :
-
Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut
-
Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama
-
Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru
- Suatu unsur kebudayaan diterima jika
sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut
- Apabila unsur baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan
dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
Kaitan Manusia Dan Kebudayaan
Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
-
Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya;
-
Obyektivasi, proses dimana masyarakat
menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari
manusia dan berhadapan dengan manusia,
-
Internalisasi, proses dimana masyarakat
disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari
kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.
BAB III
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTERAAN
A. Pendekatan Kesusasteraan
IBD semula Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris
The Humanities. Istilah berasal dari bahasa
Latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari
The Humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, berbudaya, dan halus.
Sastra lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra
adalah penjabaran abstraksi. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan
Prosa
Istilah prosa kadang disebut
narrative fiction, prose fiction atau hanya
fiction
saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi
cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan
yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh
daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk
roman, atau novel, atau cerita pendek.
B. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Dalam kesusasteraan Indonesia kita mengenal jenis
Prosa Lama dan
Prosa Baru.
o Prosa Lama meliputi : o Prosa Baru meliputi
1. Dongeng. 1. Cerpen
2. Hikayat. 2. Novel.
3. Sejarah. 3. Biografi.
4. Epos. 4. Kisah
5. Cerita Pelipur Lara. 5. Otobiografi
C.
Nilai-nilai dalam prosa fiksi
Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberi informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti dan warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.
karya sastra dapat dibagi menjadi dua:
1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya, mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya.
2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, biasanya untuk merenung.
D. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan
manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang
secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan
oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.Figura bahasa seperti gaya
personifikasi (penjelmaan), metafora (kiasan), Perbandingan, alegori (kiasaan), sehingga puisi menjadi segar dan menarik.
2.Kata-kata yang
ambiquitas , yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
3.Kata-kata yang berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana
tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa
hidup.
4.Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai rasa dan asosiasi tertentu.
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut
“imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.
2.Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual;
Dengan membaca puisi, mahasiswa dapat diajak untuk menjenguk
hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena
melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam
hati manusia.
3. Puisi dan keinsyafan sosial.
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam
isue dan
problem sosial. Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
o Penderitaan atas ketidakadilan;
o Perjuangan untuk kekuasaan;
o Konflik dengan sesamanya;
o Pemberontakan kepada hukum Tuhan.
Puisi–puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga
kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai
puisi-puisi adalah
cinta kasih yang terdapat di dalamnya
kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan.
Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering
berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lain seperti penderitaan
(kesepian, kesedihan, keputusasaan dan lain-lain).
BAB IV
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta cinta
adalah rasa sangat suka, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya.
Pengertian cinta menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya
manajemen cinta, Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang
mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah,
lembut, dan kasih sayang.
Cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki tiga unsur, yaitu :
1. Keterikatan (Cinta Setia)
2. Keintiman (Cinta Saudara)
3. Kemesraan (Cinta Rayuan)
Cinta memiliki tiga tingkatan: tinggi (Allah dan Rasulnya dan
berjihad di jalan Allah), menengah (orang tua, anak, saudara,
istri/suami dan kerabat) dan rendah (keluarga, kerabat, harta dan tempat
tinggal).
Cinta tingkat rendah adalah cinta yang paling keji , hina dan merusak
rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan, bentuknya
beraneka ragam misalnya :
1. Cinta kepada thagut (syetan), selain Allah
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu
3. Cinta lebih mengutamakan kecintaan kepada orang tua, anak, istri, perniagaan dsb
Hikmah cinta adalah sangat besar, hanya orang yang telah diberi
kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya.
Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
- Cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia,
- Cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong
dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan lingkungan
- Cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup manusia
4. Cinta merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat,
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
1. Cinta Diri (QS. Al Adiyat, 100:8, QS. Fushilat, 41:49).
2. Cinta Kepada Sesama Manusia
3. Cinta Seksual (QS. Ar Rum, 30:21)
4. Cinta Kebapakan (QS. Maryam, 19:4-6, QS. Yusuf 12:84, QS. Hud, 11:45)
5. Cinta Kepada Allah (QS. Al Imran, 3:31)
6. Cinta Kepada Rasul.
C. Kasih Sayang
Cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
1. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat pasif.
2. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat aktif.
3. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat pasif.
4. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya
D. Kemesraan.
Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang
sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Cinta yang berlanjut
menimbulkan pengertian kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari
cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan
kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan
kemampuan dan bakatnya.
G. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih sering kali dicampur baurkan dengan pengalaman yang
eksplosif berupa jatuh cinta, dalam cinta kasih terdapat eksklusivitas
yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih
keibuan.
Dengan demikian maka bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi
individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak
lain dari pada perbuatan kemauan keduanya, lebih tepat jika dikatakan
bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain.
BAB V
MANUSIA DAN KEINDAHAN
A. KEINDAHAN
a. Pengertian
Kata keindahan berasal dari kata indah yang artinya
bagus, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Perbedaan keindahan:
- Keindahan dalam arti yang luas. Pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.
- Keindahan dalam arti estetis murni, menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
- Keindahan dalam arti terbatas, lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda yang diserapnya dengan penglihatan.
b.Nilai Estetik
Nilai estetik adalah nilai suatu benda yang menyebabkan menarik minat
seseorang atau suatu golongan.Nilai adalah semata-mata suatu realita
psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan karena
terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada benda itu sendiri. Nilai
digolongkan menjadi:
- Nilai ekstrinsik : sifat baik suatu benda sebagai alat untuk sesuatu hal lainnya
- Nilai intrinsik : sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri
c. Kontemplasi dan Ekstansi
Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor
kontemplasi dan
ekstansi.
Kontemplasi adalah: dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Ekstansi adalah: dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kedua dasar tersebut dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia,
maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah.
d. Sebab Manusia Menciptakan Keindahan
- Tata nilai yang telah usang
- Kemerosotan zaman
- Penderitaan manusia
- Keagungan Tuhan
e. Keindahan Menurut Pandangan Romantik
Dalam buku
An Essay on Man (1954), Erns Cassirer mengatakan
bahwa arti keindahan tidak bisa pernah selesai diperdebatkan. Meskipun
kita menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats (1795- 1821)
sebagai pegangan. Dalam Endymion dia berkata :
A thing of beauty is a joy forever its loveliness increases; it will never pass into nothingness (bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pernah berlalu ketiadaan).
B. RENUNGAN
Renungan artinya diam-diam memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu :
Dalil teori ini adalah
‘art is an expression of human feeling’. Tokoh: Benedeto Croce, Leo Tolstoi
Orang yang menggunakan firasat sebagai dasar merenung. Tokohnya : Plato dan Arthur Schopenhauer (1788-1860)
Penciptaan seni didasarkan pada kejiwaan. Suatu teori lain tentang
sumber seni adalah teori permainan (dikembangkan oleh Freedrick Schiller
1757- 1805 dan Herbert Spencer 1820 – 1903).
C. KESERASIAN
Keserasian, artinya
cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur
perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan bahwa dalam menciptakan seni ada 2 teori yaitu :
a. Teori Objektif dan Teori Subjektif
- Teori objektif yang mencipta nilai estetik adalah sifat
(kualitas) yang memang benar melekat dalam bentuk indah yang
bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.
- Teori subjektif perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda.
b. Teori Perimbangan
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dahulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas yakni
secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka
Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 SM sampai abad ke-17 Masehi
selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat
empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan
hanyalah
kesan yang subjektif sifatnya.
Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan
sesungguhnya tercipta dan tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari
daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan.
BAB VI
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta
dhra.
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.
B. S i k s a a n
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat
juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami
seseorang, timbullah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya:
a.Kebimbangan: dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan
b.Kesepian: dialami seseorang yang merasa kesepian walaupun berada di keramaian.
c.Ketakutan: rasa ingin menghindar dari sesuatu yang menyebabkan ketakutannya.
Sebab Seseorang Merasa Ketakutan :
- Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup
- Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka
- Gamang : takut berada di tempat ketinggian
- Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap
- Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit
- Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan.
C. Kekalutan Mental
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan
seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang
bersangkutan bertingkah kurang wajar .Gejala-gejala permulaan seseorang
mengalami kekalutan mental :
- Nampak pada jasmani : pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
- Nampak pada kejiwaan:cemas, takut patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan :
- Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala kehidupan baik jasmani maupun rohani
- Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif;
- Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
- Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani /mental yang kurang sempurna
- Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, tidak dapat menyesuaikan diri
- Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah :
- Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup;
- Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.
Bentuk-bentuk frustasi
- Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali
- Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan
- Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama;
- Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain;
- Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses
- Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain
- Autisme : menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
D. Penderitaan Dan Perjuangan
Penderitaan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi
manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia
melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis
yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus
optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.
E. Penderitaan, Media Masa Dan Seniman
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu
lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan
sebagainya mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia
menderita.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat.
Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman
melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati
penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
F. Penderitaan Dan Sebab-Sebabnya
Berdasarkan sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
- Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga
- Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak
- Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama
- Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
- Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan;
- Nabi Ayub mengalami cobaan Tuhan
- Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.
G. Pengaruh penderitaan
Sikap yang timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap
positif ataupun sikap negatif. Contoh sikap negatif yaitu penyesalan
karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalkan
tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif dan
tidak mudah menyerah.
Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para
seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton
akan memberikan penilaiannya.
BAB VII
MANUSIA DAN KEADILAN
A. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Beberapa para pemikir yang mendefinisikan keadilan adalah :
- Aristoteles, adalah kelayakan dalam tindakan manusia..
- Plato, adalah orang yang dapat mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
- Socrates, memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.
- Kong Hu Chu, keadilan terjadi apabila anak sebagai anak,ayah sebagai
ayah, dan raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakkan
kewajibannya.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah
pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
B. Keadilan Sosial
Pancasila sila kelima yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia” ini mengandung pengertian tidak ada kemiskinan dalam
Indonesia merdeka. Bung Hatta dalam uraiannya mengenaai sila kelima
Pancasila menulis bahwa keadilan sosial adalah langkah yang menentukan
untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Selanjutnya untuk
mewujudkan keadilan sosial itu diperinci perbuatan dan sikap yang perlu
dipupuk yaitu :
a. perbuatan luhur ynag mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan
b. sikap adil terhadap sesama
c. sikap suka memberi pertolongan terhadap yang membutuhkan
d. sikap suka bekerja keras
e. sikap menghargai hasil karya orang lain
Asas terciptanya keadilan sosial dituangkan melalui 8 jalur pemerataan yaitu :
- pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
- pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
- pemerataan pembagian pendapatan
- pemerataan kesempatan kerja
- pemerataan kesempatan berusaha
- pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
- pemerataan penyebaran pembangunan
- pemerataan memperoleh keadilan
C. Berbagai macam keadilan
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakkan substansi
rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam
suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang
menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun).
2. Keadilan distributive
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila hal-hal
yang sama diperlakukan secara sama dan yang tidak sama secara tidak sama
(Justice is done when equals are treated equally).
3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan
kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan
asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang
menjadikan ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak
bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
D. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan oleh seseorang sesuai
dengan hati nuraninya dan apa yang dikatakan sesuai dengan knyataan
yang ada. Jujur juga berarti hati seseorang bersih dari perbuatan yang
dilarang oleh agama. Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang
diri sendiri berhadapan dengan hal baik dan buruk. Dalam kehidupan
sehari-hari jujur atau tidak jujur merupakan bagian hidup yang tidak
dapat dipisahkan.
Ketidakjujuran sangat luas wawasannya sesuai dengan luasnya kehidupan
dan kebutuhan manusia. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara
berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun demi sopan santun dan
pendidikan seseorang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai pada
batas-batas yang dapat dibenarkan.
E. Kecurangan
Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati
nurani. Orang yang sudah berbuat curang dengan maksud memperoleh
keuntungan atau materi. Bagi orang yang berbuat curang akan mendatangkan
kesenangan bagi dirinya meskipun orang lain menderita.
Faktor yang mempengaruhi orang yang melakukan kecurangan diantaranya :
- Faktor Ekonomi
- Faktor Kebudayaan
- Faktor Peradaban
- Faktor Teknik
F. Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama
yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya
tidak tercemar. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku
atau perbuatan.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
- Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk bermoral
- Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral.
Bila nama baik seseorang tercemar maka orang tersebut akan melakukan
apa saja untuk memulihkan nama baiknya.Pemulihan nama baik adalah
kesadaran manusia akan segala kesalahannya bahwa apa yang diperbuat
tidak sesuai dengan ukuran moral atau akhlak.
Tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia.
Ada 3 macam godaan yaitu derajat/pangkat, harta dan wanita.Bila orang
tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya maka ia akan terjerumus
kejurang kenistaan karena untuk mendapatkan derajat/pangkat, harta dan
wanita dipergunakan jalan yang tidak wajar.
Untuk memulihkan nama baik, manusia harus tobat atau minta maaf.
Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir saja melainkan harus bertingkah
laku sopan, ramah dan berbuat darma serta mempunyai sikap rela dan
tawakal yang harus selalu dipupuk.
G. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain.Pembalasan
disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat
balasan yang bersahabat. Sebalik pergaulan yang penuh kecurigaan
menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
BAB VIII
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. Pengertian pandangan hidup
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan
pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia berdasarkan
pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu:
- Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
- Pandangan hidup yang berupa Ideologi, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
- Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup mempunyai 4 unsur-unsur, yaitu:
- Cita-cita apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
- Kebajikan segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tenteram.
- Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan.
- Keyakinan atau kepercayaan, merupakan hal terpenting dalam hidup manusia.
B. Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam
pikiran. Cita-cita merupakan pandangan masa depan dan pandangan hidup
dimasa yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis
linier yang makin lama makin tinggi tingkatannya.
Apabila cita-cita belum tercapai maka cita-cita tersebut disebut
angan-angan. faktor yang menentukan seseorang dapat atau tidak mencapai
cita-citanya, yaitu:
–
Manusianya yang memiliki cita-cita
–
Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan
–
Seberapa tinggi cita-cita yang hendak dicapai
Faktor manusia yang ingin mencapai cita-citanya ditentukan oleh
kualitas manusianya. Cara keras dalam mencapai cita-cita merupakan
suatu perjuangan hidup yang apabila berhasil akan menimbulkan kepuasan.
Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya
dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang
menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu
cita-cita sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang
merintangi.
Faktor tingginya cita-cita merupakan faktor ketiga dalam mencapai
cita-cita. Memang ada pepatah lama yang mengatakan gantungkan
cita-citamu setinggi langit namun harus memperhatikan situasi dan
kondisi yang ada.
Maka dari itu sebuah cita-cita harus dilakukan dengan penuh
pertimbangan perhitungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta
kondisi yang dilalui.
Suatu cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu tapi juga oleh
masyarakat bangsa dan negara. Cita-cita suatu bangsa merupakan keinginan
atau tujuan suatu bangsa dan negara.
C. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan adalah suatu perbuatan yang mendatangkan
kesenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebaikan pada hakekatnya
sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan norma-norma agama dan
etika.
Manusia berbuat baik karena pada hakekatnya manusia itu baik. Makhluk
bermoral atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
Manusia adalah sebuah pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan
badan. Kedua unsur tersebut terpisah bila manusia meninggal. Manusia
mempunyai kepribadian oleh karena itu ia mempunyai pendapat sendirian ia
mencintai dirinya, perasaannya dan cita-citanya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.
Manusia membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Untuk dapat
melihat kebajikan kita harus melihat dari 3 segi, yaitu
manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat dan
manusia sebagai makhluk Tuhan.
Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak
seseorang untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan.
Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab itu
nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia.
Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan Tuhan. Kebajikan berarti:
berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak meransang bagi yang melihatnya
D.Usaha Dan Perjuangan
Usaha dan perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita.
Sebagian hidup manusia adalah usaha atau berusaha. Apabila manusia
bercita-cita menjadi kaya, maka ia harus bekerja keras. Kerja keras itu
dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani
bahkan dengan keduanya.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan
martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia iri, miskin dan
melarat bahkan menjatuhkan harkat dan martabatnya sebagai seorang
manusia.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena dibatasi
oleh kemampuan itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara
manusia. Kemapuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau
keterampilan. Orang bekerja dengan fisik lemah, akan memperoleh hasil
sedikit.
Manusia mempunyai rasa kebersamaan dan cinta kasih maka
ketidakmampuan atau keterbatasan yang menimbulkan perbedaan tingkat
kemakmuran dapat diatasi secara tolong menolong dalam wadah
kekeluargaan.
E. Keyakinan atau kepercayaan
Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu:
(a). Aliran Naturalisme, aliran ini berintikan spekulasi
mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak. Dasar aliran ini adalah kekuatan
gaib dari nature dan itulah ciptaan Tuhan. Bagi yang percaya
adanyaTuhan, itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah ciptaan Tuhan
karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran ajaran Tuhan
yaitu agama. Ajaran agama ada 2 macam,yaitu:
1. Ajaran agama yang dogmatis,yang disampaikan Tuhan melalui ajaran para nabi.
2. Ajaran agama dari pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia
(b) Aliran Intelektualisme, besar aliran ini adalah logika
atau akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka
keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini
dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima oleh akal.
(c) Aliran gabungan, dasar aliran ini adalah perbuatan yang
gaib dan akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan,
sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya
sesuatu. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka
akan timbul 2 kemungkinan pandangan hidup yaitu :
pandangan hidup sosialisme dan
sosialisme religius.
Pandangan hidup sosialisme mengutamakan logika berfikir dari hati
nurani, sedangkan sosialisme religius mengutamakan kedua-duanya.
F. Langkah langkah berpandangan hidup yang baik
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yaitu:
- Mengenal, merupakan
suatu kodrat bagi manusia dan tahap hidup pertama dari setiap individu.
Sebagai seorang muslim kita mengenal pandangan hidup yaitu alquran dan
hadist serta ijmak Ulama yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan.
- Mengerti, mengerti disini dimaksudkan pada mengerti tentang pandangan hidup.
- Menghayati,
menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam pandangan hidup yaitu
dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup.
- Meyakini, merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.
- Mengabdi, merupakan
suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah
dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri lebih dari orang lain.
- Mengamankan,
merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh
dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan
hidup itu.
BAB IX
TANGGUNGJAWAB
A. Pengertian tanggungjawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
B. Macam-macam tanggungjawab
- Tanggungjawab terhadap diri sendiri
Tanggungjawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap
orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan
kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan
masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
- TanggungJawab Kepada Bangsa Dan Negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat
oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia
tidak dapat berbuat semaunya sendiri.Bila perbuatan manusia itu salah,
maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
- TanggungJawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggungjawab,
melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggungjawab
langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari
hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui
berbagai macam agama.
- TanggungJawab Terhadap Keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab kepada keluarganya.
Tanggungjawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggungjawab
ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan
- TanggungJawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain,
sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Sehingga dengan
demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya
mempunyai tanggungjawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat
melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
C. Pengabdian dan pengorbanan
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih , kasih sayang,
hormat,atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjawab. Apabila orang
bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu berarti
mengabdi kepada keluarga.
Pengorbanan berasal dari kata korban atau qurban yang berarti
persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu
mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
BAB X
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A. Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata
gelisah, yang berarti tidak
tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar,
cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang
tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang
dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Menurut Sigmund Freud (ahli psikoanalisa), kecemasan ada 3 macam :
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
- Kecemasan neoritis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan ini dibagi 3 macam, yakni
- Kecemasan yang timbul karena penyesuaian lingkungan
- Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia)
- Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya.
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang (iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah dan cinta).
B. Sebab sebab orang gelisah
Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut
kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik
ancaman dari luar maupun dari dalam
C. Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita
sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita
dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
D Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata
terasing, dan kata itu adalah
dasar dari kata asing.kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang,
sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpindahkan
dari yang lain, atau terpencil.Keterasingan dalam hal ini sifatnya
dapat dipaksakan oleh anggota masyarakat ataupun institusi, juga
keterasingan yang dipaksakan oleh manusia lain dalam masyarakat.
E. Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang,
sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman
.
F. Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu,
tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa
asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti,
tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang
jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas.
G. Sebab-sebab terjadi ketidakpastian
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau
perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak
menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita.
Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
Ialah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan,
pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai
diri, sugesti dari sikap orang lain.
Ialah adanya keraguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada
dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa
berkali-kali.
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
- o Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitarnya jelek.
- o Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar.
- o Delusi melancholis : merasa dirinya hina, bersalah, dan berdosa.
H. Usaha-usaha penyembuhan ketidakpastian
Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini tergantung kepada mental Si
Penderita. Andaikata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak
dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik
penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
.
BAB XI
MANUSIA DAN HARAPAN
A. Pengertian harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi. Arti harapan adalah sesuatu yang diinginkan dapat terjadi
Persamaan antara harapan dan cita-cita yaitu :
- Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
- Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
B. Sebab manusia mempunyai harapan
Manusia setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan
hidup ditengah suatu keluarga atau anggota mayarakat lainnya.
1. Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat atau keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia diciptakan Tuhan.
Misalnya: menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.
- Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan karena binatang dan tumbuh-tumbuhan perlu makan dan minum.
- Manusia dan kodratnya dapat mengetahui mana yang baik dan buruk.
- Dengan kodrat manusia mempunyai harapan
2. Dorongan kebutuhan hidup
Kebutuhan manusia terdiri dari :
- Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang kita butuhkan dalam keseharian kita.
Misalnya: makan, minum, pakaian, rumah dan lain-lain.
- Kebutuhan Rohani:Adalah kebutuhan batin manusia yang hanya dapat dipenuhi. Misalnya agama, ketenangan jiwa.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia itu adalah:
- Kelangsungan hidup
- Keamanan Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
- Diakui lingkungan
- Perwujudan cita-cita
Kelangsungan Hidup
Manusia memiliki tiga kebutuhan pokok yaitu:
- Sandang, kebutuhan manusia dalam bentuk pakaian.
- Pangan, kebutuhan sehari-hari seperti makan minum dan sebagainya.
- Papan tempat untuk berlindung setiap harinya, contohnya rumah.
Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan, karena rasa aman tidak harus
diwujudkan dengan perlindungan. Rasa aman dapat diwujudkan oleh AGAMA
karena itu merupakan benteng manusia dalam menjalani hidup.
Hak Dan Kewajiban Mencintai Dan Dicintai
Bila sudah pada saatnya manusia pasti ingin mengerti maksud dicintai dan mencintai, biasanya ini terjadi pada usia remaja.
Status
Status adalah harga diri yang dimiliki oleh setiap orang yang telah melekat pada dirinya.
Perwujudan Cita-Cita
Setiap manusia sesuai dengan keahliannya mewujudkan cita-citanya yang juga dapat mengembangkan bakat atau kepandaian.
C. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, yang artinya mengakui atau
meyakini akan kebenaran.Kebenaran yang dapat diwahyukan artinya
diberitahukan oleh Tuhan langsung ataupun tak langsung kepada manusia.
- Kebenaran merupakan ajaran yang diajarkan di setiap agama di dunia.
- Kebenaran merupakan kunci kebahagian dari semua orang.
- Kebenaran menurut Dr.Yuyun Sumantri dalam bukunya Filsafat Ilmu :
1. Teori konsistensi
Yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten
2. Teori korespondensi
Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar dan juga berhubungan dengan obyek yang dituju
3. Teori Pragmatis
Yaitu kebenaran yang diukur dengan kriteria apakah peryataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
D Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya.
Kepercayaan dapat di bedakan menjadi:
- Kepercayaan kepada diri sendiri
- Kepercayaan kepada orang lain
- Kepercayaan kepada pemerintah
- Kepercayaan kepada Tuhan
Usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, yaitu:
- Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
- Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
- Meningkatkan kecintaan kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya
- Mengurangi nafsu untuk mengumpulkan harta yang berlebihan
- Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki fitnah, dan sebagainya.